Powered By Blogger

Selasa, 09 Februari 2021

BUGENVIL BIRU

BUGENVIL BIRU

Pagi hari ada dua semut berdeklamasi
Satu bertoga satu lagi berdasi
Mengumpat satu sama lain
Memandang sempurna sayap-sayap mereka sendiri
Sayap?
Ya
Berjumlah dua atau tiga?
Rupanya sayap itu berkelopak empat

Dua terbang ke kanan
Dua lagi terbang ke kiri
Antena diatas kepala menjulang setinggi menara
Kaki-kaki kuat berotot baja beralas beton berurat raja

Dua semut bersayap saling adu argumen
Bukan permen abal-abal apalagi bermahkota parlemen
Bukan juga hal yang cemen-cemen
Apa lagi semen?

Mereka saling berbinar 
Adapula yang langsung bergumam heran
Adakah alat ukur digital yang bisa mengukur kasih orang tua?
Si semut terdiam
Jegal-menjegal kini terganti simpati 
Dibawah bugenvil biru
Lalu keduanya berprasasti;

“Tiada pohon rindang yang lebih menyejukkan 
Selain pohon kasih sayang  orang tua
Berdua..”

(Cikandang, 19/10/20)

22/2/21

*PELOK* esuk-esuk Melak melok Nganggo rok Awake montok Pan mendi yu? Ayu nemen sung! Ehh kie kang, luruh duit go tuku sega.  Ya wis mana.! K...