BUGENVIL BIRU
Pagi hari ada dua semut berdeklamasi
Satu bertoga satu lagi berdasi
Mengumpat satu sama lain
Memandang sempurna sayap-sayap mereka sendiri
Sayap?
Ya
Berjumlah dua atau tiga?
Rupanya sayap itu berkelopak empat
Dua terbang ke kanan
Dua lagi terbang ke kiri
Antena diatas kepala menjulang setinggi menara
Kaki-kaki kuat berotot baja beralas beton berurat raja
Dua semut bersayap saling adu argumen
Bukan permen abal-abal apalagi bermahkota parlemen
Bukan juga hal yang cemen-cemen
Apa lagi semen?
Mereka saling berbinar
Adapula yang langsung bergumam heran
Adakah alat ukur digital yang bisa mengukur kasih orang tua?
Si semut terdiam
Jegal-menjegal kini terganti simpati
Dibawah bugenvil biru
Lalu keduanya berprasasti;
“Tiada pohon rindang yang lebih menyejukkan
Selain pohon kasih sayang orang tua
Berdua..”
(Cikandang, 19/10/20)
